• header
  • header

Selamat Datang di Website SMK S3 IDHATA CURUP Kelompok Pariwisata dan Kesehatan| Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMK S3 IDHATA CURUP

NPSN : 10700614

Jl.Basuki Rahmat No.08 Dwi Tunggal Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu


smksidhata@yahoo.com

TLP : 0732-325466


          

Banner

Jajak Pendapat

Apakah SMK ini perlu untuk ditambahkan jumlah kompetensi keahliannya?
Ya, Perlu
Tidak Perlu
Tidak Tahu
  Lihat

Statistik


Total Hits : 250874
Pengunjung : 71977
Hari ini : 83
Hits hari ini : 204
Member Online : 0
IP : 18.204.2.231
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

EFEKTIFITAS PROGRAM BANK INDONESIA MENGAJAR DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN LITERASI KEUANGAN




EFEKTIFITAS PROGRAM BANK INDONESIA MENGAJAR DALAM UPAYA UNTUK  MENGEMBANGKAN LITERASI KEUANGAN PADA GENERASI MILENIAL

Oleh: Yoza Fitriadi

 

 

Ilmuwan terkemuka Albert Einstein pernah berkata bahwa if you want different results, you have to try different approaches. Bila kita ingin hasil yang berbeda, maka kita harus melakukan pendekatan yang berbeda dengan sebelumnya.

 

Ya, amat perlu diberikannya upaya esktra dalam perbaikan sistem dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara guna mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera. Salah satunya adalah dalam hal peningkatan literasi keuangan pada masyarakat. Termasuk pula generasi milenail atau kaum pemuda di dalamnya.

 

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK pada tahun 2013 yang lalu, bahwa terdapat empat tingkatan literasi keuangan penduduk Indonesia. Tingkatan itu terdiri atas well literate (21,84 %), sufficient literate (75,69 %), serta less literate (2,06 %), serta not literate (0,41%). Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar kemampuan literasi keuangan masyarakat Indonesia sudah cukup baik. Hanya saja masih butuh upaya keras guna meningkatkan jumlah masyarakat Indonesia ke tingkatan paling ideal yakni well literate.

 

Terlebih dalam masa pandemi Covid-19 yang masih belum menyentuh kata usai, perekonomian masyarakat Indonesia benar-benar mengalami goncangan dahsyat. Regulasi PPKM dengan berbagai tingkatan telah melumpuhkan roda perekenomian sebagian masyarakat yang beriring dengan menurunnya pendapatan dan daya beli mereka.

 

Ketika tidak dibarengi literasi keuangan yang baik, maka perekenomian masyarakat akan kian memburuk. Dilansir dari Investopedia, bahwa buta finansial dapat menyebabkan kecenderungan masyarakat untuk menumpuk beban hutang, kredit yang buruk, mengalami kebangkrutan, penyitaan aset atau perumahan, bahkan timbulnya penipuan keuangan.

 

Di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat atau Inggris, literasi keuangan ini telah diintegrasikan ke dalam pendidikan di sekolah sejak dini. Kurikulum di tingkatan pendidikan dasar dan menengah telah mengadopsi sistem untuk menanamkan kemampuan pengelolaan keuangan yang baik dalam diri siswa.

 

Melansir situs The Balance, literasi keuangan itu sendiri merupakan suatu keterampilan yang dibutuhkan ketika membuat pilihan tentang apa yang harus dilakukan dengan uang yang dimilikinya. Termasuk pula mencakup bagaimana cara mengelola uang dengan memahami perbankan, investasi, manajemen keuangan pribadi serta memanfaatkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. 

 

Dengan memiliki kemampuan literasi keuangan pada level well literate, maka orang tersebut dikatakan telah mempunyai pengetahuan dan keyakinan terkait lembaga jasa keuangan serta sudah mengenal akan produk dan jasa keuangan di dalamnya. Sehingga ia paham betul akan fitur, manfaat, risiko, hak dan kewajiban terkait suatu produk dan jasa keuangan. Serta mempunyai kemampuan yang baik dalam memanfaatkan produk serta jasa keuangan yang ia kelola.

 

Mengapa amat perlu pengembangan konsep literasi keuangan ini pada generasi milenial? Jawabannya tentu saja karena di tangan merekalah nasib bangsa ini akan digantungkan kelak. Bukankah Bung Karno pernah berkata, Berikan aku sepuluh pemuda maka niscaya akan kuguncang dunia!

 

Hal ini terdeteksi oleh Bank Indonesia yang mengusung visi menjadi bank sentral digital terdepan yang berkontribusi nyata terhadap perekonomian nasional dan terbaik di antara negara emerging markets untuk Indonesia maju. Sehingga muncul inisiasi program Bank Indonesia Mengajar yang menyasar pelajar tingkatan SMA sederajat dan mahasiswa di perguruan tinggi.

 

Mengusung tema “Memperkuat Inovasi, Sinergi, dan Kepedulian Sosial Sebagai Kontribusi Bagi Pemulihan Ekonomi Nasional”, dalam rangka peringatan HUT BI ke-68 dan HUT RI ke-76. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak oleh Kantor Pusat Bank Indonesia dan seluruh kantor perwakilan Bank Indonesia pada tanggal 1-15 Agustus 2021 yang lalu.

 

Dengan adanya penyampaian materi seperti pengenalan Bank Indonesia sebagai bank sentral, bauran kebijakan Bank Indonesia, digitalisasi sistem pembayaran berbasis QRIS serta Cinta, Bangga, Paham Rupiah. Maka diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa, terkait peran dan kebijakan strategis Bank Indonesia dalam perekonomian bangsa, termasuk peran yang makin meningkat di era digital dan untuk kontribusi bagi Indonesia Maju.  

 

Para peserta diberi pemahaman bahwa Rupiah merupakan satu-satunya alat pembayaran yang sah di seluruh Indonesia. Sehingga amat penting untuk menerapkan “3 Cinta - 3 Bangga – 3 Paham Rupiah”, yakni cinta dengan mengenali, merawat dan menjaga rupiah; bangga sebagai simbol kedaulatan, alat pembayaran yang sah, dan pemersatu bangsa; serta paham dengan fungsi rupiah dalam perekonomian dalam bertransaksi, berbelanja, dan berhemat.

 

Gerakan cinta Rupiah yang digalakkan oleh Bank Indonesia kepada generasi milenial tadi diharapkan dapat menjadi salah satu simbol kedaulatan negara yang harus dirawat dan dijaga peredarannya. Terlebih di masa pandemi ini, generasi milenial tadi selayaknya turut membantu Bank Indonesia untuk mampu bertahan dan mengakselerasi perekonomian yang lajunya terhambat oleh pandemi Covid-19 guna menjaga asa untuk menjadikan Indonesia sebagai high income country.

 

Pengenalan literasi keuangan ini amat penting supaya menanamkan pola pikir yang sinergis dalam diri pelajar dan mahasiswa guna mengelola keuangan yang baik di masa kini dan akan datang.

 

Sebetulnya, program serupa telah digalakkan oleh pihak Bank Indonesia lewat seminar ataupun webinar. Memanfaatkan flatform media sosial semisal YouTube, Instagram ataupun Facebook, kuliah umum ataukan pelatihan literasi keuangan ini telah dilakukan dengan menyasar kaum muda atau generasi milenial. Dengan menambahkan doorprize ataukah rewards bagi peserta terbaik, antusias pelajar atau mahasiswa tadi kian meningkat.

 

Hal ini juga didiukung oleh penerima beasiswa Bank Indonesia yang tergabung dalam GenBI yang juga aktif mengkampanyekan fungsi dan tugas bank Indonesia kepada masyarakat luas. Termasuk pada generasi milenial yang dalam hal ini adalah rekan satu kampus mereka ataukah langsung turun ke sekolah-sekolah guna menyampaikan pentingnya literasi keuangan tadi dengan program-program inovatif dan kreatif.

 

Dokumentasi kegiatan GenBI Bengkulu Mengajar ke Sekolah-sekolah pada tanggal 18 Juni 2001 (Sumber: Instagram GenBI Bengkulu)

 

Seperti kata Najwa Shihab dalam sebuah talkshow, bahwa para pemuda pernah bersumpah kepada Indonesia, akan bersatu dalam tumpah darah bangsa dan bahasa. Bahwa pemuda akan selalu menghaturkan bakti, memastikan Sumpah Pemuda tetap relevan hingga kini. Buat apa ijazah menumpuk kalau kepedulian tidak pernah dipupuk. Buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau hanya untuk memperkaya diri sendiri dan sanak famili.

 

Ya, generasi milenial inilah yang kelak akan turut serta menjadi agent of change dalam upaya mengkampanyekan pentingnya literasi keuangan tadi pada keluarga, lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Sehingga dapat memanfaatkannya untuk mencapai stabilitas keuangan dan terhindar dari dampak buruk kemajuan jaman pada aspek keuangan. Tentu saja diharapkan akan terwujudnya impian masyarakat Indonesia yang maju dan sejahtera termasuk dalam bidang ekonomi di masa yang akan datang.

 




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas