• header
  • header

Selamat Datang di Website SMK S3 IDHATA CURUP Kelompok Pariwisata dan Kesehatan| Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMK S3 IDHATA CURUP

NPSN : 10700614

Jl.Basuki Rahmat No.08 Dwi Tunggal Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu


smksidhata@yahoo.com

TLP : 0732-325466


          

Banner

Jajak Pendapat

Apakah SMK ini perlu untuk ditambahkan jumlah kompetensi keahliannya?
Ya, Perlu
Tidak Perlu
Tidak Tahu
  Lihat

Statistik


Total Hits : 259172
Pengunjung : 75104
Hari ini : 59
Hits hari ini : 400
Member Online : 0
IP : 54.144.55.253
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

PENGAGUM SENJA, SEBUAH NOVEL BY YOZA FITRIADI




Kawasan di pinggiran Pantai Panjang mulai tampak ramai. Mentari perlahan tumbang di cakrawala langit yang tampak elok berwarna merah saga. Tampak beberapa remaja berpakaian sekolah lengkap berswafoto ria dengan latar pemandangan yang menawan.

 

Di beberapa sudut hadir pasangan muda mudi bercakap santai sembari mengumbar kemesraan yang tentunya akan mengundang rasa iri mereka yang masih berjalan sendirian. Atau betapa menyenangkannya melihat pria paruh baya menggendong anaknya setinggi pundak di samping sosok perempuan yang hampir pasti adalah pemilik rahim sosok yang ia angkat.

 

Dari kejauhan hadir pula beberapa anak berlarian riang melebur desir ombak yang pergi menjauh ke tengah lautan untuk kemudian kembali datang pada setiap orang yang berdiri di tepi pantai. Membuat mereka yang tadi tertawa senang menjadi panik menjauh dari kejaran ombak yang bersiap membuat basah celana yang ia kenakan hingga mencapai pinggang.

 

Semua tampak gembira menyambutnya. Meski saat senja datang, penyair pun tak bisa menjawab apakah bumi yang pergi meninggalkan atau justru matahari yang mengucapkan selamat tinggal.

 

Aku masih terpaku di salah satu kursi yang dijejerkan oleh penjaja panganan es dogan. Menatap khusyuk pergerakan bintang besar yang perlahan mulai condong ke bawah. Kagum akan keindahan panorama sekaligus desau riuh para pengunjung yang terus berdatangan.

 

Tak ada yang sadar bahwa bukan hanya langit senja yang kupandang. Tapi siluet sesosok gadis berkerudung lembayung jingga yang tak henti-hentinya menawarkan pesona.

 

Namanya Senja, mahasiswi jurusan kebidanan kampus swasta kota. Aku mengenalnya tiga bulan yang lalu di tempat yang sama, pada waktu yang hampir sama dengan jarum jam di arlojiku sekarang. Esok lusa bila hatiku sedang enakan mungkin akan kuceritakan sepenggal cerita pertemuan yang bersejarah itu pada kalian.

 

Mana yang lebih indah, senja yang mulai jingga di cakrawala ataukah pipinya yang merah merona? Entahlah. Tapi yang jelas menatapnya dari kejauhan seperti ini bagiku lebih dari cukup untuk menggambarkan arti sebuah kata bahagia.

 

Kalian tahu apa itu bencana? Itu adalah saat dimana ada hari yang terlewati tanpa kehadiran mereka. Terkadang aku iri pada langit yang selalu menerima senja apa adanya.  Tak peduli bila ia merah merekah bahagia, ataupun terkadang menyisakan awan hitam gelap berduka. Langit yang ikhlas menggambarkan hati yang sedang ditumbuhi asmara. Atau mungkin saja melukiskan hati yang sedang ditumbuhi gundah gulana.

 

Mentari pun mulai menghilang di ujung lautan. Suara azan dari surau terdekat mulai berkumandang. Saatnya mengucapkan selamat tinggal pada senja yang indah. Bersamaan dengan sosok perempuan anggun yang melambaikan tangan tanda untuk pamit berpisah. Bukan hanya matahari yang tenggelam, melainkan sebuah rasa.

 

Aku baru berani menyapa dunia saat pantai mulai sepi oleh gerombolan manusia. Ketika ombak mulai naik hingga batas dalam wujud tumpukan batu besar. Sesal itu datang, benci pada keadaan. Tak mampu untuk mendekat atau sekedar menyapa nama Senja yang kehadirannya amat terasa singkat.

 

Aku mengutuk diri sendiri. Haruskah menunggu hilangnya senja untuk menunjukkan eksistensi benderangnya cahaya bintang di pekatnya malam?

 

Namaku Bintang Saputra. Dan aku masih menjadi pengagum senja yang setia. Entah sampai kapan.

 

 

****

 

 

Pengagum Senja, sebuah novel yang bermula dari wattpad November 2018. Baru berakhir dan diselesaikan pada Desember 2019. Terdapat 12 chapter dengan prolog dan epilog sebagai tambahan.

 

Novel karya Yoza Fitriadi ini diterbitkan oleh penerbit Pustaka Tunggal, dengan cetakan perdana pada Januari 2020. Penerbit yang berdomisili di Jakarta Utara tersebut melayout buku novel ini dalam bentuk hard cover dan soft cover, dengan tebal 170 halaman. ISBN nya adalah 978-602-5464-81-2.




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas